Langsung ke konten utama

DEKATNYA AKHIR ZAMAN ORANG MISKIN BERLOMBA-LOMBA MENINGGIKAN BANGUNAN





Pendahuluan

Dunia sebagaimana yang kita yakini adalah bersifat sementara dan akan ada masa penghabisannya. Akhir dari kehidupan dunia adalah ketika terjadinya hari Kiamat yang waktunya tidak diketahui seorangpun bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengenai waktu kejadiannya hanya Allah ta’ala yang mengetahuinya. Namun, Allah memberitakan kejadian-kejadian atau kondisi yang menandakan dekatnya peristiwa hari Kiamat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dunia pasti berakhir, dan berakhirnya adalah dengan terjadinya Kiamat. Salah satu berita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hari Kiamat adalah dengan diutusnya beliau untuk ummatnya. Sebagaimana sabda Nabi,

عن سهل رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (بعثت أنا والساعة كهاتين، ويشير بأصبعيه فيمدهما)

Dari Sahl Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jarak diutusnya aku dan hari Kiamat seperti dua (jari) ini.” Beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya (jari telunjuk dan jari tengan), lalu merenggangkannya.[1]HR. Bukhari  (no. 6503)

Al-Qurthubi rahimahullah berkata, “Tanda Kiamat yang pertama adalah diutusnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena beliau adalah Nabi akhir zaman dan beliau telah diutus sementara tidak ada lagi Nabi di antara beliau dan hari Kiamat.”[2]

Bukti bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir sebagaiman firman Allah Ta’ala,

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi…” (Al-Ahzab: 40)

Melihat penjelasan ulama di atas, berarti sejak zaman Nabi hidup sudah dimulai terjadinya tanda-tanda Kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengibaratkan waktu terjadinya Kiamat dengan zaman Rasul dengan jarak antara jari tengah dan jari telunjuk. Bagaiman dengan zaman sekarang? Ratusan tahun setelah zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Kiamat semakin mendekat.

Bangunan menembus awan

Tidak dipungkiri seiring menuanya usia dunia, ilmu dan teknologi berkembang melalui fase-fase perkembangan pada setiap zamannya. Bangunan-bangunan yang berdiri dari kurun waktu yang berlalu turut mengalami kemajuan sebagai tanda majunya keilmuan manusia dalam dunia arsitektur. Kebutuhan manusia akan mendirikan bangunan pada setiap masanya memiliki tujuan-tujuan tersendiri. Seperti pembangunan masjid untuk tempat beribadah, madrasah, rumah sakit, kantor pemerintahan, gedung-gedung para pebisnis hingga menara-menara yang berfungsi sebagai monumen identitas tempat tertentu.


Semakin ke sini, kita bisa mendapati betapa banyaknya bangunan pencakar langit menjulang menembus awan dengan ratusan lantainya. Orang-orang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Sebagaimana yang terjadi di belahan dunia Timur. Beberapa tempat memiliki gedung-gedung tertinggi sebagai ciri khas tempat tersebut. Seperti Burj Khalifa di Dubai dengan ketinggian 829,8 meter dengan 163 lantai, Makah Royal Clock di Makkah dengan ketinggian 601 meter dan masih banyak lagi. Gedung tertinggi yang usai dibangun akan ada lagi perencanaan untuk menyaingi ketinggian gedung tersebut. Begitu seterusnya. Label gedung tertinggi di dunia menjadi perebutan hebat walau mengorbankan biaya yang tidak sedikit.

Hadits Nabi   
. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

…Lelaki itu berkata lagi: “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”
Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”
Dia pun bertanya lagi:“Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”
Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi. Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” 
(HR Muslim, no.8)[3]


Salah satu tanda yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

            Dalam hadits di atas disebutkan dua tanda Kiamat salah satunya adalah,
“ Jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”


Bisa kita lihat di belahan dunia Timur dengan perkembangan pada bidang pembangunan yang begitu pesat. Wilayah yang dahulu dikenal dengan kegersangan padang pasirnya dan rakyatnya yang miskin kini menjadi negara-negara metropolitan dengan kemajuan teknologinya dan rakyat-rakyat yang bergaya hidup glamour. Kekayaan negara Arab dimulai ketika ditemukannya minyak bumi sehingga memakmurkan bangsa Arab dan rakyatnya dengan harta yang melimpah.


Apakah ini yang dimaksud dalam hadits Rasul?

Maksud orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju, serat penggembala kambing adalah orang yang miskin dengan kehidupannya yang sulit. Ketika mereka mendapatklan harta yang melimpah ruah, maka yang akan dilakukan adalah mendirikan bangunan dan berlomba-lomba untuk meninggikannya. Realita yang terjadi saat ini bisa jadi  terindikasi sebagai tanda Kiamat sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dikuatkan lagi dengan pengakuan Syaikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum sebagai perdana menteri dan wakil presiden Uni Emirat Arab.

Dalam wawancara dengan BBC, Syaikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum menunjukkan rumah kakeknya, tempat bermain di masa kecilnya. Ia mengatakan, “Inilah tempat ayahku, ibuku, dan kami tinggal. Saat aku lahir tidak ada listrik di sini. Hanya bagian itu dan itu (ia menunjuk dua titik tempat lampu menyala di rumah besar itu) dan tidak ada air”. Meskipun minyak sudah ditemukan sejak tahun 1966, tahun 1973, hanya ada satu hotel berkelas di sana, Hotel Sheraton. Kalau sekarang malah sangat sulit menemukan hotel yang tidak berbintang lima di Dubai, bahkan ada hotel berbintang tujuh di sana.[4]

Yang dimaksud berlomba-lomba mencakup juga siapa yang membuat bangunannya yang paling megah, paling indah, serta yang paling banyak menelan biaya. Dengan menyaksikan gedung-gedung yang ada di sana serta gaya hidup masyarakatnya yang hedonis dan melampaui batas, niscaya dia akan membuktiakan kebenaran hadits ini dengan kenyatan yang ada tanpa keraguan lagi.[5]

Negara Arab termasuk negara yang mengalami perkembangan dalam hal pembangunan yang sangan cepat dan pesat. Dibuktikan dengan bangunan pencakar langit dan kini menjadi persaingan membangun gedung tertinggi.


Kesimpulan

Islam tidak melarang manusia untuk mengembangkan pengetahuan sehingga menghasilkan teknologi canggih pada zamannya. Justru islam memberikan anjuran untuk terus belajar dari masa buaian hingga akhir hayat. Namun, yang perlu kita perhatikan, setiap yang kita lakukan harus dipertimbangkan dengan baik-baik mengenai mashlahat yang akan diraih dan mafsadat yang harus dihindari. Islam juga melarang mengahmbur-hamburkan harta secara sia-sia atau mubadzir. Bahkan dengan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi tersebut masih terdapat kaum muslim yang berada dalam kesengsaraan dan kesulitan karena tidak tersampainya hak-hak mereka yang berada di tangan orang-orang kaya. Wallahu a’lam bis shawwab.



[1] Imam Al Bukhari, Shahih Al Bukhari, (Libanon: Dar Al Kutub Al Ilmiah, 2014), jlld:4, hal: 210
[2] Al Qurthuby, Kitabu At Tadzkirah Bi Ahwali Al Mauta Wa Al Umur Al Akhirah, cet.ke-1, (Riyadh: Dar Al Minhaj, 1425 H.), jld: 1, hal: 1219.
[3] Muslim Bin Al Hajjaj, Shahih Muslim, Cet. 3, (Libanon: Dar Al Kutub Al Ilmiah, 2011), jld: 1, hal: 53
[5] Ahmad Dzulfikar, Irwan Raihan, Ensiklopedi Akhir Zaman (Terj. Muhammad Ahmad Al Mubayyad, Al Mausu’ah Fi Al Fitan Wa Al Malahim Wa Asyrath As Sa’ah), cet.ke-1, (Surakarta: Granada Mediatama, 2014), hal. 242.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendaki bukit mongkrang

_M.O.N.G.K.R.A.N.G_ Kuharap perjalanan ini bukan petualangan terakhir. Esok hari matahari in syaa Allah akan menunjukkan kemilau sinarnya menyambut pecandu ketinggian. Kaki ini melangkah beriringan antara kanan dan kiri menunuruni puncak mongkrang. Hamparan sabana mulai memendek seiring kaki melangkah. Tubuh-tubuh kokoh yang siap menyambangi puncak-puncak tertinggi semakin terlihat. Sepatu-sepatu kumal mulai melangkah pulang. Turunan tajam telah dilalui, sekarang saatnya jalan landai yang ditapaki untuk kembali pulang. Wajah usang disambut haparan perkebunan warga yang lumayan jauh dari pemukiman yang tidak ada pengawasan 24 jam. Buah-buahan segar memerah memanjakan mata. Sayur mayur begitu segar siap panen. Aku bertanya pada seseorang yang menemani petualanganku saat itu. “ Mas, la nek tandur neng nggon koyo ngeneki po ga rawan kedisikan panen yho” . Aku bertanya dengan lugu. Singkat jawabnya “ yo kabeh iki gur bekal iman, dititipno marang gusti” . Jawaban itu menutup keluguan...

Untuk Para Ibu Demi Masa Depan Putrinya

🟧⬛️  ▶️ 1. Hormatilah suamimu ketika dia di rumah atau di luar rumah, dan bersegeralah memenuhi kebutuhannya, khususnya di depan putri-putrinya. ▶️ 2. Jangan bertikai dengan suami di depan anak-anak, never! Perselisihan yang terjadi tidak boleh melewati pintu kamar tidur.  ▶️ 3. Sengajalah meminta izin suami di depan putri-putrinya, bila ingin masuk atau keluar atau apa saja.  ▶️ 4. Jangan pernah menampakkan pembangkangan atas perkataan suami di depan putri-putri.  ▶️ 5. Bagi istri-istri penguasa terhadap suaminya, yang ikut campur dalam segala urusan suaminya bahkan mengintrogasi suami (Kenapa jendelanya dibuka? Bagaimana kamu keluar sendirian kemarin?! Kenapa beli roti ini?dll),  seakan dialah komandan di rumah, menyuruh, memerintah dan melarang di rumah. Yakinlah bahwa putri-putrinya kelak akan menjadi fotocopy dirinya, secara otomatis dia akan menguasai suaminya seperti yang dia lihat di ibundanya, dan bila ternyata dia mendapatkan suami yang memiliki kepri...

KEKECEWAAN YANG DIRENCANAKAN

Hindari meletakkan harapan pada 4 tempat ini: Karena pasti kecewa Kenali bahwa tdk mungkin semua orang selalu mencintai...  1. Berharap selalu dicintai dan tdk ada yg membenci (harapan yang mustahil)  Rosul dgn kesempurnaan akhlaknya ajah ada yg benci Sdh Sunatullah..  Lalu, kebencian dan kecintaan siapa yg harus kita perhatikan? Benci dan cintanya org2 sholih kpd kita. (Sifat / akhlaq).. Perlu khawatir / gelisah... Knp ada org Ygbenci kpd kita? Bisa jd karena kita yg mancing...  ...Setiap nikmat itu ada pembencinya...  Jangan mudah pamer kenikmatan, apalagi di media sosial - mengundang hasad dan 'ain - mengundang kejahatan 2. Berharap kpd manusia dan ingin mendapatkan sesuatu darinya مثل اللذين اتخذوا من دون الله اوياء كمثل العنكبوت اتخذت بيتا، و ان اوهن البيوت لبيت العنكبوت Kisah imam malik yg diminta mngajar muwatho' di Kerajaan 3. Dapat dunia yg banyak dn selalu diiringi kemudahan Jgn jdikan Dunia sbg takaran kemuliaan Allah berikan dunia kpd yg dicintai dn...