Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

bunda

Bunda..,  Di balik segala kesalahanmu, ada tidur di malam2 mu yang tak lagi nyenyak.  Ada siang di hari2 mu yang penuh dengan keletihan.  Ada hatimu yang seluas samudera.  Ada sabarmu yang selapang angkasa. Bahagiamu kini bukan hanya tentang dirimu, tp tentang keluargamu. Bunda..,  Kau wanita hebat yang berjuang sekuat tenaga di bawah ketaatan pada suamimu.  Doa baik untuk semua yang berstatus bunda.

Cerita tentang sampah

Di tempat sebelumnya, segala macam sampah tinggal buang ke tempat sampah dan sudah ada yg jemput 2 atau 3 hari sekali., sebulan cukup bayar 5rb... Lumayan terjangkau karena bayar bareng2 se komplek perumahan.,  Sejak stay in jatinom., masalah sampah rumah tangga menjadi permasalahan baru.,  Sementara waktu, sampah2 di bakar sendiri.., Waktu itu bertepatan dgn musim hujan, sampah sering tdk terbakar habis dan menjadi masalah baru.. Semakin susah membersihkannya..,  Karena, kesalahannya waktu itu sampah organik dan anorganik masih tercampur jd 1.  Hari2 diisi dengan agenda bakarin sampah sambil cari info tukang sampah yg bisa jemput..,  Dpt info tp kurang cocok dgn ongkosnya🤓  Lanjut bakar2 lg.. Sebenarnya uda gak kuat dengan pulek nya..., tp kalau dibiarin kok yo sampah..., mosok meh di timbun😭 Hari itu, mulai memilah sampah.,  👉 sampah organik dikubur di tanah., 👉 Yg bisa dirosok, di kumpulkan., 👉 yg gabisa dirosok, dibakar Lumayan agak ringan..,...

*DURUNG WAYAHE (Belum saatnya)*

Kalimat ini terdengar pendek, tapi maknanya panjang. Ia bukan alasan untuk lari dari kenyataan. Bukan juga cara halus untuk menutupi kegagalan. Durung wayahe adalah cara membaca hidup dengan lebih tenang. Bahwa tidak semua hal bisa dipaksa terjadi sekarang. Bahwa tidak semua keinginan harus terkabul hari ini. Bahwa ada hal-hal yang memang perlu waktu sebelum akhirnya sampai pada tempatnya. Di sinilah durung wayahe menjadi semacam rem batin. Ia menahan manusia agar tidak terlalu cepat menghakimi dirinya sendiri. Gagal dalam satu hal bukan berarti seluruh hidup gagal. Ditolak dalam satu kesempatan bukan berarti tidak punya masa depan. Belum berhasil hari ini bukan berarti tidak layak berhasil. Kadang hidup hanya sedang meminta kesiapan yang lebih baik. >> _Repost from Ust. Zakaria_