Langsung ke konten utama

Untuk Para Ibu Demi Masa Depan Putrinya

🟧⬛️ 

▶️ 1. Hormatilah suamimu ketika dia di rumah atau di luar rumah, dan bersegeralah memenuhi kebutuhannya, khususnya di depan putri-putrinya.

▶️ 2. Jangan bertikai dengan suami di depan anak-anak, never! Perselisihan yang terjadi tidak boleh melewati pintu kamar tidur. 

▶️ 3. Sengajalah meminta izin suami di depan putri-putrinya, bila ingin masuk atau keluar atau apa saja. 

▶️ 4. Jangan pernah menampakkan pembangkangan atas perkataan suami di depan putri-putri. 

▶️ 5. Bagi istri-istri penguasa terhadap suaminya, yang ikut campur dalam segala urusan suaminya bahkan mengintrogasi suami (Kenapa jendelanya dibuka? Bagaimana kamu keluar sendirian kemarin?! Kenapa beli roti ini?dll), 
seakan dialah komandan di rumah, menyuruh, memerintah dan melarang di rumah.

Yakinlah bahwa putri-putrinya kelak akan menjadi fotocopy dirinya, secara otomatis dia akan menguasai suaminya seperti yang dia lihat di ibundanya, dan bila ternyata dia mendapatkan suami yang memiliki kepribadian yang berbeda dengan ayahnya, maka tiada solusi kecuali CERAI. 

▶️ 6. Seorang istri tidak boleh memberikan izin bagi lelaki untuk memasuki rumahnya dikala suaminya tidak di rumah, walaupun dia itu adalah teman dekat keluarga ataupun tetangga. 

▶️ 7. Seorang ibu yang mulia akan bersolek dan berdandan untuk suaminya, dengan sengaja dia menunjukkan hal itu di depan putri-putrinya seraya menjelaskan bahwa itu adalah hak suami, dan dia juga tidak bersolek ketika keluar rumah, atau di depan orang yang bukan suami, untuk memberi contoh nyata pada putri-putrinya. 

▶️ 8. Istri yang sholelah tidaklah pelit dan tidak pula boros untuk urusan rumah, dia berada di tengah. 

▶️ 9. Sangat indah sekali, bila anak-anak meminta sesuatu pada ibunya dan sang ibu berkata kepada mereka: “Kita akan menanyakannya pada ayah, dan kita tidak akan melakukan sesuatu kecuali bila direstui olehnya”.  

Dengan sering kalinya melakukan hal ini, maka akan tertancap di dalam diri putri-putri penyerahan tongkat kepemimpinan pada lelaki, dan tidak boleh seorang wanita menelanjangi suaminya dari pakaian kepemimpinan dengan dalih gender dan kebebasan.

▶️ 10. Istri yang sholehah akan menyambut kedatangan suaminya dengan wajah yang ceria dan tidak langsung mengadukan tingkah anak-anak yang menyebalkan atau tetangga, atau apa saja. Namun ia akan mencari waktu yang tepat. 

▶️ 11. Tidaklah elok seorang istri mengadukan (mengeluhkan) kehamilannya, urusan menyusui, atau pekerjaan rumah di depan putri-putrinya karena hal itu akan terekam di memorinya. 

▶️ 12. Tatkala ada tetangga atau temen wanita memintanya untuk turut berkunjung ke rumah fulanah, hendaklah sang ibu berkata pada mereka dan diperdengarkan pada putri-putrinya, ‘Aku akan memberitahu suamiku, bila dia setuju maka aku akan ikut”, dan tatkala suaminya datang maka ia memberitahu suaminya tanpa nada paksaan,”

Apakah ia diperbolehkan untuk berkunjung ke rumah fulanah”, dan bila suaminya diam saja, maka ia tidak memaksa, dan langsung memberi tahu temannya bahwa ia tidak bisa ikut, di depan putri-putrinya. 

▶️ 13. Bila sang ayah memerintahkan kepada anggota keluarga suatu perintah, maka hendaklah sang ibu bersegera melaksanakannya dan menyuruh anak-anak bersegera, dan mengajarkan pada mereka pentingnya mematuhi perintah suami, tatkala anak-anak merasakan hal itu maka ia akan tumbuh besar menghormati nahkoda yang kelak mengemudikan bahteranya agar tidak pecah dan tenggelam di samudra.

▶️ 14. Tatkala seorang istri meminta kepada suaminya berbagai macam permintaan yang melelahkan suaminya karena ketidak mampuannya, maka kelak putrinya akan menirunya tatkala mereka menjadi istri.

▶️ 15. Seorang istri yang duduk ngobrol bersama tetangga atau temannya menceritakan rahasia-rahasia rumah tangganya, maka kelak putrinya akan dengan mudah menyingkap rahasia suaminya di depan orang lain, tatkala ia menjadi istri.

insyaa Allah dengan menjalankan nasehat-nasehat ini, kelak putri-putri kita akan menjadi istri-istri dan ibu-ibu yang mencetak mujahid-mujahid dakwah masa depan.

[Dari Kitab Kaifa Takun Ahsan murobbi fil ‘alam, h 44-45, diterjemahkan oleh Ust. Syafiq Basalamah, M.A]

🟩 Silahkan disebarkan. Materi ini di repost ulang oleh Group Kajian WA ISLAMADINA ▶️ Admin 0811106811 

🟩 Follow Instagram https://instagram.com/kajianislamadina?utm_medium=copy_link 

🟩 Silahkan bergabung dalam WA group Kajian ISLAMADINA 

▶️ Click https://chat.whatsapp.com/DGVsrtGvQRlKUMM8JEb2NO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendaki bukit mongkrang

_M.O.N.G.K.R.A.N.G_ Kuharap perjalanan ini bukan petualangan terakhir. Esok hari matahari in syaa Allah akan menunjukkan kemilau sinarnya menyambut pecandu ketinggian. Kaki ini melangkah beriringan antara kanan dan kiri menunuruni puncak mongkrang. Hamparan sabana mulai memendek seiring kaki melangkah. Tubuh-tubuh kokoh yang siap menyambangi puncak-puncak tertinggi semakin terlihat. Sepatu-sepatu kumal mulai melangkah pulang. Turunan tajam telah dilalui, sekarang saatnya jalan landai yang ditapaki untuk kembali pulang. Wajah usang disambut haparan perkebunan warga yang lumayan jauh dari pemukiman yang tidak ada pengawasan 24 jam. Buah-buahan segar memerah memanjakan mata. Sayur mayur begitu segar siap panen. Aku bertanya pada seseorang yang menemani petualanganku saat itu. “ Mas, la nek tandur neng nggon koyo ngeneki po ga rawan kedisikan panen yho” . Aku bertanya dengan lugu. Singkat jawabnya “ yo kabeh iki gur bekal iman, dititipno marang gusti” . Jawaban itu menutup keluguan...

KEKECEWAAN YANG DIRENCANAKAN

Hindari meletakkan harapan pada 4 tempat ini: Karena pasti kecewa Kenali bahwa tdk mungkin semua orang selalu mencintai...  1. Berharap selalu dicintai dan tdk ada yg membenci (harapan yang mustahil)  Rosul dgn kesempurnaan akhlaknya ajah ada yg benci Sdh Sunatullah..  Lalu, kebencian dan kecintaan siapa yg harus kita perhatikan? Benci dan cintanya org2 sholih kpd kita. (Sifat / akhlaq).. Perlu khawatir / gelisah... Knp ada org Ygbenci kpd kita? Bisa jd karena kita yg mancing...  ...Setiap nikmat itu ada pembencinya...  Jangan mudah pamer kenikmatan, apalagi di media sosial - mengundang hasad dan 'ain - mengundang kejahatan 2. Berharap kpd manusia dan ingin mendapatkan sesuatu darinya مثل اللذين اتخذوا من دون الله اوياء كمثل العنكبوت اتخذت بيتا، Ùˆ ان اوهن البيوت لبيت العنكبوت Kisah imam malik yg diminta mngajar muwatho' di Kerajaan 3. Dapat dunia yg banyak dn selalu diiringi kemudahan Jgn jdikan Dunia sbg takaran kemuliaan Allah berikan dunia kpd yg dicintai dn...